contoh puisi bebas

                           Karangan Bunga


Tiga anak kecil
Dalam langkah malu-malu
Datang ke Salemba
Sore itu.
Ini dari kami bertiga
Pita hitam pada karangan bunga
Sebab kami ikut berduka
Bagi kakak yang ditembak mati
Siang tadi
Read More »

CONTOH CERPEN

   Berbagai Contoh cerpen

Iman Versus Superman
Oleh Uswatun

Sore itu, anak-anak di Kampung Damai bekumpul di lapangan bulutangkis.
Di lapangan yang cukup luas tersebut, anak-anak asyik bermain.
Ada yang bermain kejar-kejaran. Ada yang berputar-putar mengendarai
sepeda mini. Sejumlah anak duduk melingkar bemain monopoli. Sejumlah anak
lagi sibuk bermain kelereng.
Di antara kumpulan anak yang bermain monopoli terdapat Iman. Bocah
berusia sekitar tujuh tahun tersebut asyik bermain monopoli bersama empat
teman sebayanya, yakni Ryan, Toyib, Inug, dan Yayat.
Permainan monopoli mereka sangat seru. Ryan, yang merupakan anak paling
besar, menjadi pemenang. Ia berhasil mengumpulkan banyak uang dan memiliki
sejumlah bangunan hotel di beberapa kompleks persil.
"Aku selalu menang. Tidak ada yang bisa mengalahkanku. Kalian tidak
bisa menang," kata Ryan dengan suara agak keras.
Wajah Ryan sangat ceria. Bibirnya dipenuhi senyum. Ia bangga mampu
menang dalam permainan monopoli atas teman-temannya.
Namun, kemenangan tersebut membuat Ryan menjadi sombong. Ia
melontarkan ejek kepada teman-temannya tersebut. Ejekan yang ia lontarkan
paling sering ditujukan kepada Iman.
Ini karena Iman adalah anak yang sering kalah dalam permainan
tersebut. Iman tidak memiliki banyak uang. Sebaliknya, ia mempunyai
banyak utang.
Iman juga tidak mempunyai rumah apalagi hotel. Ia hanya memiliki
sejumlah kartu kepemilikan kompleks persil yang sudah dihipotekkan ke bank.
Terlebih, dalam putaran kocokan terakhir, tokoh yang dimainkan Iman
masuk ke dalam penjara. Ia pun harus rela dilewati teman-teman mainnya
beberapa putaran karena tidak memiliki uang untuk membayar biaya keluar
dari penjara.
"Sudah tidak punya uang, masuk penjara lagi. Kacian deh lo," teriak Ryan.
Iman pun bersungut-sungut. Mukanya kecut.
Iman merasa sakit hati terus diejek oleh teman-temannya. Ia sangat dongkol.
Namun, ketika perasaan dongkol menderanya, Ryan memberi tahu trik atau
rahasia kepada Iman agar bisa menang dalam permainan monopoli. Bahkan,
trik menang itu bisa diterapkan dalam segala permainan.
"Mau, kalau aku beri tahu rahasianya biar selalu menang," kata Ryan.
Iman bersemangat. Ia ingin sekali mendengar penjelasan dari Ryan soal
trik selalu menang dalam setiap permainan.
Ryan mendekati ke arah Iman. Toyib, Inug, dan Yayat ikut mengejek. Toyib,
Inug, dan Yayat pun merapat. Mereka serius menanti penjelasan Ryan.
"Rahasianya sangat mudah. Kalau ingin menang, kalian harus pakai kaos
bergambar Superman. Dijamin kalian akan selalu menang," jelas Ryan.
Ryan lantas menjelaskan panjang lebar mengenai Superman.
Menurutnya, Superman adalah manusia super atau pahlawan. Sebagai
manusia super, tidak ada yang bisa mengalahkannya.
"Superman itu selalu menang. Buktinya sekarang, aku pakai kaos
gambar Superman, aku kan yang menang. Akulah Superman," tandas Ryan
sambil membusungkan dada.
Beberapa hari kemudian, Iman minta dibelikan baju gambar Superman
kepada ibu.
"Kalu pakai baju gambar Superman, Iman bisa menjadi anak super.
Tidak selalu kalah saat bermain monopoli dengan teman-teman," kata Iman
kepada ibu.
Merasa risih dengan rengekan Iman, ibu akhirnya menyanggupi untuk
membelikan kaos bergambar Superman.
Akhirnya Iman memperoleh kaos bergambar Superman. Ia pun menyampaikan
terima kasih kepada ibu yang telah membelikan.
Sorenya, setelah mandi, Iman mengenakan kaos bergambar Superman. Ia
bergegas menuju lapangan untuk menemui teman-temannya. Kebetulah Ryan,
Toyib, Inug, dan Yayat sudah berada di sana.
Mereka sedang bermain monopoli, begitu melihat kehadiran Iman, Ryan
segera mengajaknya bermain untuk menggantikan Yayat. Iman pun mengiyakan.
Namun, setelah beberapa kali putaran, Iman tidak berhasil membeli
kompleks persil. Padahal, Ryan, Toyib, dan Inug sudah berhasil membeli
sejumlah kompleks persil.
Beberapa putaran kemudian, Iman makin terjepit. Ketika lawan-lawan
mainnya makin banyak memiliki kompleks persil dan rumah maupun hotel,
Iman tidak mampu mengumpulkan kekayaan. Bahkan, di saat uang lawanlawannya
menumpuk, uang milik Iman menipis.
Iman menghela napas panjang. Ia kalah.
"Sudah pakai kaos Supermen, kok, tetap kalah ya," gumam Iman.
Iman pun kembali diejek teman-temannya. Terus diejek. Iman akhirnya
menangis.
Ketika pulang, Iman mengadukan kejadian yang baru saja dialaminya
kepada ibu. "Bu, kata Ryan kalu pakai kaos Superman bisa selalu menang saat
bermain. Ternyata, kok, tidak. Iman tetap kalah. Ryan bohong. Karena
kalah, Iman pun diejek," kata Iman.
Ibu tidak segera menyahut, ibu hanya menjawab dengan senyuman.
Tak lama kemudian ibu berujar, "Iman, bermain itu tidak ada kaitannya
dengan kaos yang dipakai. Pantas Iman selalu kalah karena kamu kan anak
yang paling kecil di antara teman-temanmu itu."
Mendengar jawaban ibu, Iman mulai menyadari sebab ia kalah. "Iya,
Iman memang yang paling kecil," katanya dalam hati.
Sebelum Iman beranjak menuju kamarnya, ibu memberikan nasihat.
"Iman, kalah atau menang itu biasa. Apalagi menang atau kalah dalam
sebuah permainan. Hanya, pesan ibu, kalau kamu menang jangan lantas mengejek
teman-temanmu yang kalah. Sebab, suatu saat Iman juga bisa kalah kan," jelasnya.
"Suatu hari, Iman pasti bisa menang saat bermain dengan teman-temanmu.
Yang penting, jangan sombong kalau menang," ungkap ibu sambil menyentuh
ujung hidung Iman.
Iman pun tersenyum. Ia berjanji akan melaksanakan nasihat ibu. Ia berjanji
tidak akan mengejek teman-teman sepermainannya ketika ia menang saat
bermain.
Read More »

CONTOH DONGENG

Rumah Cangkang dan Sayap Pelangi

                                              Oleh Laila Fitroh




Di bawah pohon flamboyan yang sedang berbunga, berteduh seekor kurakura.
Ia tampak sedih. Air matanya menetes membasahi pipinya yang mungil dan
putih. Ia tak sanggup mengusap air matanya karena keempat kakinya yang
pendek tak kuasa menyentuh kepalanya.
"Kenapa kamu menangis, Ra?" tanya seekor kupu-kupu yang kebetulan
melintas. Sayap kupu-kupu itu sangat indah. Semua warna pelangi ada
padanya. Dia biasa dipanggil Furi.
"Furi, aku bosan jadi kura-kura. Lihat jalanku makin lama makin lambat karena
aku harus menggendong cangkang ini ke mana pun aku pergi. Huh! Berat sekali
rasanya. Aku capek. Andai aku kupu-kupu sepertimu pasti menyenangkan. Aku
bisa terbang ke mana pun aku suka. Tubuhmu begitu ringan dan sayapmu begitu
cantik. Hu…hu…hu…," Rara menangis.
"Aku iri padamu Furi. Aku iri sekali. Hu-hu-hu," Rara menangis lagi.
"O,jadi itu yang membuatmu menangis. Sekarang diamlah, Ra. Aku akan
menghiburmu dengan tarian kupu-kupuku. Diam ya?” hibur Furi yang
kemudian mulai menari. Sayap-sayap indah pelanginya dikepak-kepakkan.
Tubuh jingganya meliuk-liuk. Sejenak ia mengambang di udara, lalu menari
berputar dan hinggap di kelopak mawar. Alangkah indahnya tarian Furi.
Anehnya, tangis Rara semakin kencang. Furi menjadi heran dan bingung
melihat tingkah Rara.
"Lho, dihibur, kok, malah keras nangisnya. Diamlah Rara! Bergembiralah.
Tra-la-la! Mari menyanyi!"
"Hu…hu…hu melihat tarianmu itu aku semakin iri. Hu…hu…hu…andai
aku kupu-kupu sepertimu, aku pasti bisa menari sepertimu. Hu…hu…hu…"
"Dasar cengeng! Diamlah, Rara! Kamu kan sudah besar! Apa kamu tidak
malu merengek-rengek seperti itu? Sudah besar, kok, nangis. Harusnya kamu
malu!" Terdengar sebuah suara. Furi dan Rara kaget. Ia tidak melihat siapasiapa
selain mereka berdua, tapi suara itu bukan suara Rara maupun Furi.
Rara menengok ke kiri dan kanan. Tidak ada siapa-siapa. Rara memutar
badan, menoleh ke belakang. Tidak ada siapa-siapa.
"Hei, perlihatkan dirimu, siapa kamu?" tanya Furi.
"Aku di sini Furi. Aku di atas cangkang Rara. Masak sih kamu tidak
lihat?" ternyata dia seekor bunglon yang biasa dipanggil Pilon. Pantas dia
tidak kelihatan. Ia memang bisa mengubah warna kulit tubuhnya sesuai tempat
yang dihinggapi. Kini Furi bisa melihat keberadaan si Bunglon.
"Rara, aku kasih tau ya, semua makhluk di dunia ini memiliki kekurangan
dan kelebihan masing-masing. Jadi, kamu jangan iri pada kelebihan yang
dimiliki Furi. Lebih baik kamu mencari tahu apa kelebihanmu. Pasti ada,"
kata Pilon.
"Pilon, kamu bisa bilang begittu karena kamu bukan kura-kura sepertiku.
Coba bayangkan jika ke mana-mana kamu harus menyeret cangkang seberat
ini. Kamu pasti akan menderita sepertiku. Kamu pasti akan menangis.
Hu…hu…hu…!"
"Tapi kamu juga mempunyai banyak kelebihan kan? Kamu bisa
menyelam ke dalam air. Apa itu tidak menyenangkan? Kamu bisa melihat
keindahan pemandangan di dalam air, sedangkan Furi atau aku hanya bisa
melihat keindahan alam di darat saja!" Setelah berkata demikian, Pilon
meloncat dari atas cangkang Rara menuju ke sebuah batu yang terletak persis
di depan mata Rara. Sekujur badan Pilon serta merta berwarna hitam sehitam
batu kali di depan Rara. Rara masih menangis tersedu-sedu. Hingga
terdengarlah suara petir menggelegar. Bunyi petir itu mengalahkan
suara tangis Rara. Langit mendung, gelap, matahari tertutup awan pekat. Lalu
tampak cahaya kilat di angkasa yang disertai tiupan angin kencang.
Furi goyah diterpa angin. Ia berusaha tapi angin semakin kencang. Bahkan
kelopak mawar, tempat Furi hinggap, lepas terbawa angin. Furi terseret angin. Ia
tak ubahnya selembar bulu yang tertiup angin kencang.
"Tolong aku! Tolong aku! Tolooong!" Meski Furi telah berteriak-teriak minta
tolong, Pilon dan Rara tak bisa berbuat apa-apa. Mereka hanya bisa melihat Furi
terbawa angin. Tak lama kemudian hujan turun dengan derasnya. Udara terasa
sangat dingin. Rara menyembunyikan kepala, keempat kaki,dan ekornya ke dalam
cangkangnya. Kini, Rara sangat hangat. Sementara Pilon menggigil kedinginan.
Dalam cangkangnya Rara teringat pada apa yang dikatakan Pilon bahwa
semua makhluk di dunia ini memiliki kekurangan dan kelebihan masingmasing.
Rara membayangkan seandainya dia seekor kupu-kupu seperti Furi.
Wah, kini pasti sudah kehujanan, basah kuyup. Sayap-sayapnya yang cantik
jadi sulit digerakan. Setelah berpikir demikian, Rara sadar. Tak ada gunannya
iri pada kelebihan yang dimiliki Furi.
Hujan berangsur-angsur reda. Perlahan-lahan sinar matahari datang. Rara
menggeliat. Oah! Betapa enaknya jadi kura-kura. Rara menggeliat lagi. Oah! Lalu
kepalanya keluar dari cangkang dan melihat ke atas. Wah, ada bianglala, pelangi
yang indah, bagaikan sayap kupu-kupu raksasa. Cantik!
"Pilon, lihat ke atas! Ada pelangi, tuh," teriak Rara.
"Ya, aku tahu," jawab Pilon sambil mengibas-kibaskan kepalanya yang basah.
Tubuh dan ekornya bergetar. Pilon masih kedinginan.
"Eh,ngomong-ngomong, apa kamu masih ingin seperti Furi?" tanya Pilon. "Apa
kamu masih iri pada sayap cantik Furi? Masih ingin bisa terbang? Masih bosan
menjadi kura-kura?" lanjut Pilon.
Rara menggeleng lemah sembari tersenyum malu.
"Aku tidak iri lagi pada Furi, tapi aku tetap sedih karena kehilangan teman
secantik Furi. Aku harap ia baik-baik saja," kata Rara lirih.
Rara dan Pilon sama-sama terdiam. Lama sekali, sambil memandangi
indahnya pelangi di atas cakrawala. Dalam diam mereka berdoa agar Furi
tidak celaka dan bisa menikmati indahnya pelangi. Lalu terdengar teriakan
dari kejauhan,"Aku datang! Aku datang! Aku datang!"
"Ah, Furi datang," Rara dan Pilon saling berpandangan. Furi tampak bugar
dan berseri, seakan tak pernah sedih dan merasa sakit. Padahal ia tadi terembus
angin kencang. Kini, Furi datang bersama teman-temannya. Banyak sekali.
Semuanya bersayap seindah pelangi. Menari-nari di udara bebas. Udara terasa
sejuk segar. Langit terang, Matahari mengintip di balik awan seolah memberi
kesempatan pada bianglala untuk menampakkan diri lebih lama.
Bianglala laksana kupu-kupu yang banyak. Terbang mengambang di
sekeliling awan. Menjalin sebuah selendang bidadari yang melambai-lambai
di udara bebas. Awan-awan tampak seperti kura-kura raksasa berwarna putih.
Bergerak lambat mengiringi tarian kupu-kupu. Indah sekali.
Sumber: Yunior
Read More »

download video bokep jepang

Manusia tak luput dari salah dan khilaf, terkadang atau mungkin sering melakukan maksiat/dosa baik kecil maupun besar, baik disengaja maupun tidak disengaja. itu mungkin karena manusia adalah makhluk yang lemah. Jika kita ingin berhitung jumlah dosa-dosa yang kita sadari telah kita lakukan, mungkin jumlahnya tak terhitung. Tetapi sebagian mungkin sudah lupa dengan kesalahan-kesalahannya. Apa balasan bagi orang-orang yg berbuat dosa? tentu neraka. Coba dibayangkan, 1 hari di neraka = 1000 tahun di dunia. Namun, kita patut bersyukur, Allah swt masih memberikan kesempatan kepada kita untuk memohon ampun pada-Nya karena sesungguhnya Allah Maha Penerima Tobat [QS Al Baqarah : 37]. Kata at-tawwaab adalah bentuk hiperbola (sighat mubaalaghah) dalam menerima taubat. Artinya: Allah swt menerima taubat hamba-Nya dan mengampuninya selama dia berkeinginan kembali kepada Allah swt, meskipun ia telah melakukan dosa berkali-kali.
HR. Muslim 29/2758 dari Abu Hurairah r.a., "Aku mendengar Rasulullah bersabda, "sesungguhnya seorang hamba yang telah melakukan dosa, "---lalu berkata, "ya Tuhanku, aku telah berdosa,"---dan mungkin ia berkata, "aku telah berdosa, maka ampunilah aku, "---maka Tuhannya berkata, "Apakah kamu tahu, wahai hamba-Ku, bahwa hamba itu mempunyai Tuhan yang mengampuni dosa atau menyiksa lantaran dosa itu, dan Aku mengampuni hamba-Ku." Lalu ia tetap (berada dalam keadaan) sebagaimana yang dikehendaik Allah. Kemudian ia tertimpa dosa ---atau ia melakukan (perbuatan dosa)--- lalu berkata, "Wahai Tuhanku, aku telah berdosa---atau aku telah tertimpa dosa---lagi, maka ampunilah dosa tersebut, "Apakah kamu tahu, wahai hamba-Ku, bahwa hamba itu mempunyai Tuhan yang mengampuni dosa atau menyiksa lantaran dosa itu, dan Aku mengampuni hamba-Ku. Lalu ia tetap (berada dalam keadaan) sebagimana yang dikehendaki Allah. Kemudian ia melakukan dosa dan mungkin ia berkata, "Aku tertimpa dosa, "atau berkata, "Tuhanku, aku berdosa," atau berkata, "Aku melakukan (perbuatan) dosa lagi, maka ampunilah aku," maka Tuhan berkata, "Apakah kamu tahu, wahai hamba-Ku, bahwa hamba itu mempunyai Tuhan yang mengampuni dosa atau menyiksa lantaran dosa itu, dan Aku mengampuni hamba-Ku ---Aku mengampuni hamba-Ku tiga kali--- maka berbuatlah sekehendakmu." Hadits ini disetujui oleh Al Bukhari (7507).
Imam an-Nawawi berkata, "Perbuatan dosa jika diulang sebanyak seratus atau seribu kali, atau bahkan lebih, dan kemudian pelakunya bertaubat setiap kali berbuat dosa, maka taubatnya diterima; kalaupun ia bertaubat seluruhnya dengan satu kali taubat (pada akhirnya), maka taubatnya sah." Dalilnya adalah hadits riwayat Muslim (46/2766), Bukhari (3470) dan Ibnu Majah (2622): Dari Abu Sa'id al-khurdi ra., ia berkata bahwa nabi bersabda, "Dulu, ada seseorang yang telah membunuh 99 orang. kemudian ia bertanya, siapa orang yang paling alim (berilmu) di atas bumi ini. kepadanya ditunjukkan seorang rahib (pendeta). Lalu ia mendatanginya seraya berkata bahwa dia telah membunuh 99 orang dan bertanya, apakah dia berhak bertaubat, sang pendeta menjawab, "tidak." Lalu ia membunuh pendeta itu, sehingga (jumlah orang yang dibunuhnya) genap menjadi 100. Kemudian ia bertanya, siapa orang yang paling alim (berilmu) di atas bumi ini. kepadanya ditunjukkan seorang rahib (pendeta). Lalu ia mendatanginya seraya berkata bahwa dia telah membunuh 100 orang dan bertanya, apakah dia berhak bertaubat. orang alim tersebut berkata, "Apa yang menjadi penghalang antara dirimu dan taubat?"

Sumber : Kenikmatan Taubat karya Syeikh Mutawalli Sya'rawi
Read More »

Jenis Jenis Manusia Praaksara di Indonesia

a. Meganthropus
Fosil jenis Meganthropus, yaitu Meganthropus Palaeojavanicus, ditemukan oleh
Von Koenigswald pada tahun 1936 dan 1941 di Sangiran, Kabupaten Sragen, Jawa
Tengah. Manusia purba tertua di Jawa ini diperkirakan hidup antara 2.500.000 sampai
1.250.000 tahun yang lalu. Diperkirakan perawakannya sudah tegap, rahang dan
gerahamnya besar, serta tidak berdagu sehingga menyerupai kera. Mereka hidup dari
makanan yang terutama berasal dari tumbuh-tumbuhan.
b. Pithecanthropus
Fosil Pithecanthropus paling banyak ditemukan di Indonesia. Pithecanthropus tidak
setegap Meganthropus. Jenis-jenis Pithecanthropus di Indonesia antara lain
Pithecanthropus mojokertensis, Pithecanthropus soloensis, dan Pithecanthropus erectus.
Manusia purba yang diperkirakan hidup 2.500.000 sampai 1.250.000 tahun yang lalu
ini berbadan tegak sekitar 165-180 cm. Mereka masih menyerupai kera dengan tulang
tengkorak yang cukup tebal dan berbentuk lonjong. Pithecanthropus hidup berburu
dan mengumpulkan makanan. Mereka tinggal di padang terbuka dan hidup secara
berkelompok.
c. Homo
Manusia jenis homo lebih sempurna dari
kedua jenis manusia purba di atas. Manusia
dengan tinggi badan antara 130-210 cm ini
hidup antara 25.000-40.000 tahun yang lalu.
Jenisnya antara lain Homo Soloensis (manusia
purba dari Solo), Homo Wajakensis (manusia
purba dari Wajak), dan Homo Sapiens
(manusia cerdas). Manusia purba jenis ini telah
mampu membuat alat-alat dari batu dan
tulang untuk berburu. Mereka juga telah
mampu memasak makanannya walau
dengan cara sederhana.
Read More »

MAKNA PROKLAMASi


Peristiwa Proklamasi Kemerdekaan Indonesia memiliki makna yang luas dan
dalam bagi bangsa Indonesia, antara lain sebagai berikut.
1. Merupakan titik kulminasi perjuangan bangsa Indonesia dalam rangka mencapai
kemerdekaan yang berlangsung lebih kurang 400 tahun.
2. Merupakan awal terbebasnya bangsa Indonesia dari kekuasaan bangsa asing
dan menjadi bangsa yang berdiri sendiri.
3. Merupakan sumber hukum yang menegaskan mulai berdirinya negara kesatuan
RI yang merdeka dan berdaulat.
4. Merupakan momentum politik terbebasnya bangsa Indonesia dari kekuasaan
bangsa lain, dan bangsa Indonesia menjadi bangsa yang sederajad dengan bangsa
lain di dunia.
5. Merupakan manifesto politik perjuangan dalam mewujudkan Indonesia yang
merdeka dan berdaulat.
Read More »